Hukum Lupa Makan atau Minum saat Sedang Berpuasa
12/02/2026Alquran Custom – Cara mengatasi bau mulut saat puasa menurut sunnah nabi menjadi salah satu topik yang dicari karena berkaitan langsung dengan kenyamanan.
Cara Mengatasi Bau Mulut saat Puasa Menurut Sunnah Nabi
Kondisi perut yang kosong dalam waktu lama secara alami akan memicu aroma kurang sedap dari rongga mulut yang terkadang membuat seseorang merasa kurang percaya diri saat berbicara dengan rekan kerja atau jemaah di masjid.
Namun Islam telah memberikan panduan yang sangat lengkap mengenai kebersihan diri serta nilai spiritual di balik tantangan fisik tersebut melalui lisan Rasulullah SAW. Dengan merujuk pada kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar al-Asqalani, kita dapat menemukan solusi praktis sekaligus memahami mengapa aroma tersebut memiliki kedudukan istimewa di mata Allah SWT.
Mempelajari ilmu ini akan mengubah rasa cemas Anda menjadi rasa syukur karena setiap hal kecil yang kita alami saat beribadah ternyata memiliki hikmah yang sangat mendalam bagi kebahagiaan dunia serta akhirat.
Baca Juga Artikel: Hukum Lupa Makan atau Minum saat Sedang Berpuasa
Cara Mengatasi Bau Mulut saat Puasa Menurut Sunnah Nabi
Cara mengatasi bau mulut saat puasa menurut sunnah nabi adalah metode menjaga kebersihan rongga mulut menggunakan alat pembersih alami seperti siwak serta menjaga lisan dari perkataan buruk guna menjaga kesucian ibadah. Selain aspek fisik, nabi juga mengajarkan sudut pandang bahwa aroma tersebut merupakan bukti ketaatan seorang hamba yang sangat dicintai oleh Allah SWT melebihi harumnya minyak kasturi.
Memahami Keistimewaan Bau Mulut Orang yang Berpuasa
Di dalam kitab Bulughul Maram, terdapat hadis yang sangat masyhur mengenai keutamaan orang yang sedang menjalankan puasa terkait aroma mulutnya. Rasulullah SAW bersabda bahwa sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi. Pesan ini merupakan intisari dari kitab-kitab imam hadis besar seperti Bukhari dan Muslim yang dirangkum secara apik oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam karyanya.
Penggunaan Siwak sebagai Solusi Kebersihan Alami
Sunnah nabi yang paling utama dalam menjaga kesegaran mulut adalah dengan menggunakan siwak atau bersiwak. Hadis-hadis dalam Bulughul Maram menjelaskan bahwa siwak merupakan pembersih bagi mulut serta sarana untuk mendapatkan keridaan dari Allah SWT. Penggunaan siwak dianjurkan setiap kali akan berwudu atau akan melaksanakan salat guna menjaga kewibawaan serta kenyamanan dalam berjemaah.
Menerapkan kebiasaan ini saat ramadan sangat membantu dalam mengurangi bakteri penyebab aroma tidak sedap tanpa membatalkan puasa selama dilakukan dengan cara yang benar. Kitab original dari Penerbit Jabal ini membimbing para pencari ilmu agar bisa mengambil banyak hikmah dari setiap anjuran nabi mengenai kebersihan ibadah. Penjelasan mengenai fikih harian ini sangat “daging” karena langsung merujuk pada tujuh kitab imam hadis yang menjadi pilar ajaran islam.
Artikel Lainnya: Buku Islam untuk Materi Kultum Tarawih
Informasi Produk Bulughul Maram Original


| Atribut Buku | Keterangan Detail |
| Harga Resmi | Rp 69.000 |
| Penulis | Ibnu Hajar al-Asqalani |
| Penerbit | Penerbit Jabal |
Miliki segera kitab Bulughul Maram Original terbitan Penerbit Jabal hanya dengan harga Rp 69.000 untuk menemani perjalanan ibadah Anda tahun ini.
Kesimpulan
Mengikuti Cara mengatasi bau mulut saat puasa menurut sunnah nabi akan memberikan keseimbangan antara kebersihan lahiriah serta ketenangan batiniah selama bulan ramadan. Dengan merujuk pada kitab Bulughul Maram, Anda akan memahami bahwa setiap aturan dalam islam selalu membawa maslahat bagi kehidupan manusia di dunia maupun di akhirat. Kitab ini adalah investasi ilmu yang sangat berharga untuk membimbing setiap Muslim menjadi pribadi yang lebih bertaqwa serta berwawasan luas.

