Kandungan Al-Qur’An Surat Al-A’Raf Ayat 179 Perihal Potensi Logika Dan Ilmu

Kandungan Al-Qur’an Surat Al-Isra’ Ayat 36 Perihal Potensi Nalar Dan Ilmu Pengetahuan
January 7, 2019
Kandungan Al-Qur’An Surat Ali ‘Imran Ayat 190-191 Perihal Potensi Nalar Dan Ilmu
January 7, 2019

Al-Qur’an Surat Al-A’raf Ayat 179.


وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Dan bahu-membahu Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka memiliki indera pendengaran (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai hewan ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 179)

Kandungan Al-Qur’an Surat Al-A’raf Ayat 179.
Allah Swt membuat insan dengan potensi yang tepat yaitu dikarunia akal. Dengan potensi kecerdikan inilah dimaksudkan supaya insan sanggup berfikir dan memahami apa maksud tujuan diciptakannya di muka bumi ini. Karena itu, kecerdikan mesti dipergunakan dan dijaga dengan sebaik-baiknya untuk menjalankan visi da misinya di muka bumi yakni mengabdi dan menjadi khalifatullah.

Ayat ini menyatakan bahwa insan dan jin diberi oleh Allah Swt potensi berupa hati/akal (Qalbu). Namun alasannya ialah akal/hatinya tidak dipakai untuk mengerti, berfikir, dan merenung apa yang tersurat dan yang tersirat, sehingga melanggar ketentuan yang digariskan oleh Allah Swt, balasannya mereka menjadi penghuni neraka.

Ayat ini menjadi klarifikasi mengapa seeorang tidak menerima petunjuk dan mengapa pula yang lain disesatkan Allah Swt, ayat ini juga berfungsi sebagai bahaya kepada mereka yang mengabaikan tuntunan pengetahuannya.

Manusia intinya makhluk yang tepat dan mulia, namun sanggup berubah statusnya menjadi makhluk yang paling rendah dan hina, bahkan lebih hina daripada sikap binatang. Hal itu terjadi, alasannya ialah insan memperturutkan hawa nafsunya dan menghilangkan kecerdikan atau nalar sehatnya.
Baca Juga :

Islam mengajarkan bahwa karunia Allah Swt berupa potensi generik yaitu telinga, penglihatan dan fu’ad (hati nurani) seharusnya dipakai sebagai kemudahan utama untuk meraih dan membuatkan ilmu pengetahuannya, dengan tujuan supaya semakin sanggup mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan ihwal kandungan Al-Qur’an surat Al-A’raf Ayat 179 ihwal potensi kecerdikan dan ilmu. Sumber buku Tafsir Ilmu Tafsir Kelas XII MA Kementerian Agama Republik Indonesia, 2016. Kunjungilah selalu percetakanalquran.com semoga bermanfaat. Aamiin.